Selasa, 27 November 2018

Belajar Sensori Play

Kemarin-kemarin saya mendapatkan beberapa materi dari grup whattsapp Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) yaitu tentang permainan sensori yang melibatkan berbagai macam panca indera.

Permainan ini dinamakan Set The Fossil Free atau permainan membebaskan fosil.

Bahan :
1. Berbagai macam wadah cetakan agar-agar/es batu.
2. Berbagai benda kecil seperti bunga-bunga liar, rumput atau kulit kerang.
3. Pipet tetes.
4. Pewarna makanan.
5. Baking soda, air, cuka dan jeruk nipis.

Cara membuat :

Masukkan berbagai benda kecil ke dalam wadah cetakan agar-agar dan diamkan di dalam freezer sampai membeku.

Setelah membeku keluarkan dan minta anak agar memasukkan ke dalam wadah.

Campurkan air dengan baking soda, cuka , jeruk nipis dan garam dalam tempat yang berbeda-beda.

Minta anak memindahkan air cuka, baking soda, jeruk nipis, & air garam dari wadah kecil ke atas es batu dengan menggunakan pipet tetes.

Amati bahan mana yang paling cepat mencairkan es batu dan mengeluarkan fosil dari es.

Tujuan kegiatan:
Anak akan mengembangkan indra peraba dan merasa dingin ketika tangannya menyentuh es.
Anak akan mendengar (mengembangkan indra pendengaran)
bunyi fizzzz dari tetesan pipet ke atas es.
Menambah kosakata anak seperti pipet tetes, pewarna makanan, fosil, kulit kerang dan benda-benda kecil lainnya.

Kamis, 12 April 2018

Belajar Mengamati Alam

                          Pantai Wonokerto 

Salah satu kegiatan Hani & Quinsa di hari libur yaitu belajar mengamati keadaan pantai.

Kali ini tujuan kami adalah di Pantai wonokerto Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

Dengan jarak tempuh kurang lebih Tujuh kilometer kami sudah dapat melihat indahnya pemandangan pantai pagi itu di saat sunshine. Wooww...


Selfie sejenak pada rakitan
bambu di salah satu sudut pantai


Quinsa dan Umma


Setelah itu kami membuka bekal yang telah saya siapkan sebelumnya dan mulai makan dengan lahab.


Belajar Matematika

Hani Belajar Matematika

Matematika adalah mata pelajaran yang dinilai cukup sulit untuk dipelajari namun matematika sangat penting bagi kehidupan kita.

Saya mengajari Hani berhitung dengan cara yang menyenangkan yaitu misalnya ketika saya sedang memasak, Hani saya suruh menghitung berapa jumlah tempe yang akan saya goreng, berapa jumlah tomat dan wortel, berapa dikurangi berapa sama dengan berapa. Begitupula jika saya melihat barisan burung-burung di langit, Hani saya ajak menghitung berapa jumlah burung yang terbang.

Selain berhitung menggunakan media yang ada di rumah, saya membelikan Hani alat bantu hitung berupa Learning Toy. Di sebelah kiri ada jam juga yang berfungsi untuk belajar membaca jam.

Sabtu, 31 Maret 2018

Belajar Mandiri

Menyapu Halaman Rumah

Salah satu pelajaran kemandirian bagi Hani adalah bisa membantu pekerjaan rumah. Bila halaman rumah kotor saya sering mengajak Hani & Quinsa bersama-sama memunguti daun mangga kering. Kenapa tidak memakai sapu lidi? Karena jumlah daun mangga yang berguguran bisa dihitung dengan jari sehingga cukup dipunguti halaman sudah bersih.

Sambil memunguti daun saya ajari konsep warna dan berhitung.
Warna daun-daunan yang berbeda bisa melatih retina mata mereka untuk bisa membedakan warna-warna.

Menghitung berapa jumlah daun yang dipunguti juga melatih konsep matematika sederhana yaitu berhitung.

Belajar Menggambar

Hani Belajar Menggambar

Salah satu aktivitas rutin harian Hani yaitu belajar mengembangkan kemampuan motorik halus yaitu menggambar. Hani suka mencorat-coret dimana-mana. Sampai-sampai dinding rumah pun penuh dengan "gambar" hehee.

Kalau di rumah simbahnya nihh, emaknya yang kena semprot simbahnya Hani gara-gara dinding rumah penuh "gambar" abstrak.hehe

Tapi sekarang kemampuan menggambar Hani sudah berkembang cukup bagus dari yang semula hanya gambar balon, lingkaran dan lengkung-lengkung, sekarang sudah membentuk gambar manusia lengkap.

Ini contoh gambar hasil karya Hani..

Belajar Mendengarkan

Mengaji di TPQ

Setiap hari sebelum sholat Asar saya sudah mulai memandikan Hani & Quinsa dan mempersiapkan mereka berdua supaya bisa mengikuti sholat Asar berjama'ah di masjid. Setelah itu mereka bersama teman-teman sebayanya mengikuti kelas A di TPQ Bustanul Barokah desa Bondansari kecamatan Wiradesa.

Selama mengaji di TPQ Hani dan Quinsa masih belum bisa mendengarkan 100℅. Mereka masih suka berlarian kesana-kemari bersama balita lainnya. Bagi saya ini tak mengapa.

Hani dengan berbagai kekurangannya kini telah mampu menghafal beberapa asmaa'ul husna dan beberapa surat pendek serta doa harian. Semoga ke depannya tak lagi mengalami penurunan kemampuan menghafal.

Quinsapun di usianya yang belum genap 4 tahun sudah hampir menyamai kemampuan menghafal kakaknya. Hanya Quinsa masih suka cekikikan dan belum mau benar-benar fokus ketika dilatih hafalan.

Begitulah aktivitas mereka di sore hari, kadang jika sedang benar-benar bosan dan rewel mereka tak mau mendengarkan guru mengaji mereka. Mereka memilih diam di tempat sambil mewarnai gambar yang mereka buat sendiri.

Yang penting setiap hari mereka harus mengikuti aktivitas mengaji di TPQ. Yang akan membentuk pola kebiasaan sampai mereka dewasa.

Setelah mengaji mereka bermain bersama teman-teman di halaman masjid, kadang meminta uang untuk jajan. Dan setiap hari jajan saya batasi cukup Rp 2.000 ,- saja.
Itupun kadang Hani & Quinsa cuma jajan Rp 1.000,- Hihii..alhamdulillaah mereka bisa diajak bekerjasama untuk berhemat.

Bermain itu Belajar

Cara Belajar Hani & Quinsa

Permainan sederhana yang menyenangkan bagi Hani dan Quinsa salah satunya adalah bermain sepeda. Mereka berdua biasanya bermain sepeda diluar rumah bersama teman-teman.

Permainan ini selain menyehatkan juga memberikan stimulasi pada perkembangan motorik kasar anak.

Selain diluar rumah, mereka juga kadang berkejar-kejaran main sepeda di dalam rumah. Riuh-rendahnya rumah dengan segala aktivitas mereka berdua sudah menjadi kebiasaan di tempat kami.

Mungkin para tetangga yang baru mengerti bahwa Hani tidak kami sekolahkan di sekolah reguler akan merasa aneh. Aneh dengan sistem pendidikan apa yang kami ikuti.

Tapi kami menjelaskan kepada mereka bahwa Hani mengalami kelainan tumbuh kembang disebabkan karena Cytomegalo Virus yang ada pada tubuh Hani.

Hani kami biarkan bermain bebas di dalam maupun diluar rumah bersama adiknya. Dengan bermain, perkembangan kosakata Hani akan semakin bertambah setiap harinya.

Biarlah kami mengajari bagaimana cara Hani belajar dengan cara kami sendiri. Kami membacakan buku cerita setiap hari. Tak lupa permainan-permainan edukatif yang membutuhkan kemampuan motorik halus seperti puzzle hewan-hewan maupun buah-buahan, pasak geometri, puzzle huruf-huruf alfabet, hijaiyah maupun angka-angka. Semuanya untuk mengasah kemampuan problem solving maupun motorik halus Hani.

Ketika kak Hani belajar, adik Quinsapun ikut menyak dan belajar. Mereka belajar dengan cara bermain. Karena anak-anak tak pernah main-main ketika bermain.

Selamat belajar kak Hani & adik Quinsa...

Jumat, 16 Maret 2018

BELAJAR KECEWA

BELAJAR KECEWA

Salah satu pelajaran yang akan saya masukkan dalam kurikulum homeschooling Hani selama satu tahun ke depan adalah "Belajar Kecewa"
Mata pelajaran ini belum ada didalam silabus kurikulum diknas tetapi ini sebuah materi pembelajaran yang amat sangat penting di dalam universitas kehidupan. Dimana dalam kehidupan dunia ini kita akan selalu dihadapkan dengan emosi-emosi negatif seperti kecewa, marah, sedih, terluka, dan lain-lain.

  Pada suatu hari, Hani meminta saya agar pergi ke kolam renang bersama Quinsa. Saya sudah menolaknya beberapa kali dwngan berbagai alasan, sengaja melihat respon yang diberikan Hani beserta berbagai ekspresinya.

Hari berikutnya Hani kembali meminta pergi ke kolam renang. Saya mengatakan
"Nanti ya..kalau umma sudah punya uang nanti kita bareng-bareng ke kolam renang, umma bekerja dulu ya.."
" Kerja dimana ma?" tanya Hani.
" Kerja dirumah nak, laundry..nyuci sama nyetrika" jawab saya.
"Nggak di pabrik teh ya ma?"
Tanya Hani lagi.
" Nggak..hihihi, dirumah aja ya biar bisa nemenin kak Hani sama adik Quinsa bermain.."
" Horreee.." kata Hani senang sekali.
Akhirnya Hani membantu saya membalik baju-baju supaya siap disetrika dan sudah mulai siap untuk belajar kecewa.

Senin, 29 Januari 2018

Alun-alun pekalongan di sore hari

    Bagi orang Pekalongan, mungkin sudah tidak asing lagi jika di sore hari mereka ke Alun-alun Pekalongan, ada berbagai wahana dan permainan anak-anak disana.
Ada permainan pasir kinetik, mainan ini yang paling disukai Hani & Quinsa,


           permainan memancing ikan,


            berbagai jenis odong-odong, 


ada yang berbentuk mobil-mobilan besar & kecil, ada juga yang berbentuk hewan-hewan lucu. Ada juga permainan trampolin besar yang butuh waktu lama untuk mengempeskannya 


(jika tiba-tiba hujan kasihan yang ngempesinnya,hehe). Untuk trampolin ini kemarin waktu kami kesana tidak dipasang, mungkin repot jika tiba-tiba hujan.

   Di pinggir-pinggir alun-alun Pekalongan banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan, seperti mie ayam, bakso, soto, sate ayam, sate kambing, warung makan, dan berbagai penjual kuliner khas Pekalongan.

   Di sebelah timur alun-alun ada plaza Hypermaret yang sudah berdiri megah disana semenjak saya masih kecil. Lalu di sebelah barat alun-alun ada bank Mandiri Syari'ah dan masjid kota Pekalongan.


  Jika anda belum pernah mengajak putra-putri anda pada sore hari ke alun-alun Pekalongan maka destinasi wisata rakyat ini bisa menjadi salah satu pilihan ekonomis untuk bersantai bersama putra-putri anda.

  Selamat bermain membersamai ananda..

Sabtu, 27 Januari 2018

Seputar TORCH

   
  
     Bagi anda pasangan muda yang baru saja menikah dan ingin segera mendapatkan buah hati, tak ada salahnya jika anda bersama pasangan anda melakukan screening (test darah untuk mengetahui kadar infeksi virus di dalam darah) TORCH terlebih dahulu sebelum melakukan program hamil (promil). Pelaksanaan screening bisa dilakukan di Rumah Sakit ataupun di laboratorium terdekat.

    Kalau di Pekalongan bisa ke Lab.Cito yang setiap tanggal 9-10 tiap bulan selalu mengadakan discount sebanyak 20% untuk segala macam jenis test.

  Apa itu virus TORCH?
TORCH adalah singkatan dari infeksi ke empat jenis virus yaitu:
1. Toksoplasma.
2. Rubella.
3. CMV (Cyto Megalo Virus).
4.HSV (Herpes Simplex Virus).

    Disini saya hanya akan sedikit menjelaskan tentang point no. 3 yaitu virus CMV, virus ini masih termasuk dalam golongan herpes. Dari beberapa dokter yang telah saya temui, saya mendapatkan kesimpulan bahwa virus ini termasuk virus yang berbahaya dan jika terlanjur merusak organ vital penderitanya, maka organ yang dirusak virus tersebut tidak bisa disembuhkan. Sekali menginfeksi tubuh inangnya, virus ini bisa menetap seumur hidup dalam tubuh penderitanya. Virus ini bersifat dormant (menetap). Hanya bisa "pingsan" disaat imunitas tubuh penderitanya sedang vit.

    Menurut seorang dokter, ada cara untuk mencegah berkembangnya virus ini yaitu dengan sering mengkonsumsi makanan yang mengandung zat asam amino. Contohnya seperti putih telur, bayam, ikan tuna, ikan salmon, ikan sarden, dan lain-lain.

Anak-anak tipe seperti apa yang sebaiknya menimba pendidikan ala homeschooling?


  Ayah dan Bunda, memang seperti inilah problem homeschooling di Indonesia, masih banyak orang yang salah persepsi. Homeschooling seolah hanya untuk anak yang bermasalah atau anak-anak selebritis saja. Padahal bukan itu tujuan homeschooling.
   Pada dasarnya, semua tipe anak biaa mengikuti pelajaran ala homeschooling. Ayah dan Bunda tak perlu khawatir anaknya disangka bermasalah atau sulit diatur. Mereka berpendapat demikian karena kurangnya wawasan tentang homeschooling.
    Homeschooling adalah cara terbaik untuk memenuhi fitrah manusia yang unik dan memiliki perbedaan maupun keterbatasan, jika seorang anak ingin menjadi penulis hebat, buat apa ia menguasai matematika sedemikian rupa, karena di sekolah umum, pelajaran tersebut cukup padat.
    Kalau Ayah dan Bunda tertarik memindahkan sekolah anak ke sistem homeschooling, tetapi masih ragu, baiknya Ayah dan Bunda banyak melakukan riset dan bergabung di komunitas homeschooling sehingga mendapatkan wawasan yang cukup untuk memulai. Dan kalau sudah yakin dengan langkah yang diambil, jangan pedulikan opini orang lain yang mungkin tidak tahu atau belum tahu banyak soal homeschooling. Di sinilah, Ayah dan Bunda punya tugas untuk menjelaskan secara benar apa itu homeschooling pada mereka.

3 macam sistem homeschooling

   

 Ketika sudah mengambil keputusan akan mengikutkan anak homeschooling, pertanyaan berikutnya adalah apakah Ayah dan Bunda punya banyak waktu untuk terlibat? Jika tidak punya banyak waktu, memang agak sulit, tetapi jangan khawatir, sistem homeschooling ada 3, yaitu sebagai berikut :

1. Personal homeschooling atau homeschooling mandiri

  Ini seperti yang dilakukan para kyai zaman dahulu. Bapak atau ibunya yang mengajar langsung anak mereka, tanpa meminta bantuan siapa pun. Ini bisa dilakukan kalau orangtua memiliki banyak waktu untuk membersamai anak.

2. Homeschooling tutorial

  Dengan memanggil guru les atau mengikutkan anak kursus di bidang yang anak sukai, agar menjadi specialis. Misalnya, anak suka menjahit, maka panggil guru menjahit ke rumah, atau kursuskan di tempat yang bagus.

3. Komunitas

  Jika orangtua tidak mampu mengajari, bisa diikutkan dalam komunitas homeschooling. Komunitas homeschooling merupakan kelompok ibu-ibu tidak bekerja yang peduli pada anak dan mereka membentuk komunitas, kemudian menyelenggarakan pembelajaran bersama
dengan metode homeschooling. Sistemnya bisa dengan pertemuan seminggu sekali. Positifnya ialah, anak dari kelas-kelas yang berbeda bisa saling berbaur dan bergaul dengan baik, atau multiclasses.

Sumber : Buku Ayah Edi menjawab

Berapa biaya bulanan homeschooling?


    Masalah biaya adalah relatif. Mau dibuat mahal bisa, murah pun bisa. Ini tergantung kreatifitas dan kemampuan orangtua. Apabila orangtua mampu secara financial, mereka bisa memanggil guru terbaik untuk anaknya berlatih melukis dirumah, atau jalan-jalan ke museum dalam dan luar negeri. Semakin kreatif orangtua, semakin terjangkau biayanya.

    Jadi di dalam sistem pendidikan homeschooling tidak ada patokan jumlah uang pangkal maupun SPP yang harus dibayarkan. Karena yang mengajari segala macam tentang ilmu dan pengetahuan adalah orangtua para homeschoolers sendiri. Begitu pula dengan seragam sekolah, tidak ada biaya yang dukeluarkan untuk membeli seragam seperti umumnya anak-anak yang bersekolah di sekolah formal.

Bagaimana dengan kurikulum homeschooling? Dan apakah sistem ini diakui di Indonesia?


  Masalah kurikulum homeschooling, sebenarnya tidaklah sulit. Tergantung kebutuhan saja. Ayah dan bunda ingin menjadikan anak seperti apa dan disesuaikan dengan minat anak.
 
Sebetulnya homeschooling, orangtua mengajarkan kepada anak road to success ala orangtuanya. Bagaimana dulu orangtuanya menjadi sukses, berdasarkan pengalaman mereka, itulah yang diajarkan kepada anak. Coba saja lihat para pengusaha sukses, kebanyakan diajari langsung oleh orangtua mereka, bukan dari sekolah.

Pengelompokan beberapa cara orang menjadi sukses, diantaranya;

1. Ia tahu dimana ahlinya (specialis).

2. Kemampuan berpikir, yang terdiri dari kemampuan kreatif(menciptakan ide), kemampuan eksplorasi (mewujudkan ide dengan sumber daya yang ada), kemampuan mengambil keputusan.

3. Akhlak yang baik. Tak ada orang sukses yang memiliki akhlak tercela, jadi jika kita ingin sukses, sebesar apapun ujian  dan cobaan, kita akan terus berusaha konsisten dengan akhlak dan adab yang baik.

4. Kemampuan entrepeneurship, artinya ia mampu nenjual ide-ide yang ia produksi.

   Nah, keempat hal tersebut harus saling bersinergi, baru orang bisa menjadi sukses. Ajarkanlah keempat hal tersebut pada anak, insyaallah mereka akan menjadi orang sukses.

  Masalah kurikulum, Ayah dan Bunda bisa mencarinya melalui buku ataupun melalui internet. Bisa juga bergabung dengan komunitas homeschooling, lalu cari yang paling cocok dan memenuhi kebutuhan. Ibarat restoran yang memiliki menu macam-macam, setiap komunitas homeschooling pun punya racikan kurikulum masing-masing.

  Masalah ijazah, Ayah dan Bunda tidak usah khawatir. Anak-anak homeschooling tetap bisa mengikuti UAN (Ujian Akhir Nasional) di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) terdekat. Untuk pendalaman materinya, ikutkan saja lembaga bimbingan belajar, jadi mereka tahu kisi-kisi soal yang akan diujikan di UAN.

  Setelah ikut UAN, anak punya ijazah dan bisa melanjutkan kuliah, baik di dalam maupun diluar negeri. Setiap Universitas menyelenggarakan ujian masuk bukan? Ikutkan di Universitas mana yang ia sukai.

Jadi tidak ada halangan untuk anak homeschooling jika mereka mau mengejar cita-citanya ke bangku perguruan tinggi.

Sumber: Buku Ayah Edi Menjawab

Jumat, 26 Januari 2018

PENGERTIAN HOME SCHOOLING


 Banyak sekali definisi tentang pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli dari dahulu sampai sekarang. Yang mana salah satu tujuan pendidikan tersebut adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Mengacu pada tujuan tersebut, dapat dijabarkan bahwa pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia, meningkatkan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak. Membekali anak dengan pengetahuan yang memadai agar anak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  Pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi, maja dari itu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk tercapainya tujuan pendidikan. Untuk lebih jelasnya, dalam blog ini akan saya jabarkan apa itu Home Schooling, tujuan, manfaat, serta kelebihan dan kekurangannya. Dan juga tentang bagaimana menentukan metode Home Schooling, pemilihan kurikulum serta pembuatan jadwal untuk anak yang menjalankan Home Schooling.
     Pengertian Home Schooling
Home Schooling adalah sebuah fenomena baru di kalangan pendidikan anak di Indonesia, walaupun home schooling sebenarnya tidak sama sekali baru karena sudah bertahun-tahun lalu sebagian orang tua memilih home schooling bagi pendidikan anak-anaknya. Home schooling memang sedang naik daun dimana-mana. Di Amerika Serikat, pada tahun 1996 saja terdapat lebih dari 1,2 juta anak home schooler dengan pertumbuhan sekitar 15 % setiap tahunnya, fenomena ini terjadi dimana-mana karena banyaknya orangtua yang tidak puas dengan model pendidikan selolah yang ada pada saat ini.
  Home schooling adalah fenomena belajar tidak di sekolah formal konvensional. Tetapi secara bentuk, home schooling bisa berbentuk sekolah tapi dirumah (school at home), hingga yang tidak terstruktur (unschooling). Home schooling merupakan pendidikan berbasis rumah/ keluarga yang memungkinkan anak berkembang sesuai dengan potensi diri mereka masing-masing.
  Dilihat dari tata bahasa atau morfologinya, istilah home schooling berasal dari bahasa Inggris yang berarti sekolah rumah. Selain itu, home schooling juga bisa diartikan sebagai sekolah mandiri, meracik kurikulum sendiri. Tentunya tanggung jawab penuh dari sistem pendidikan ini adalah dari kedua orangtuanya, sementara pada sekolah reguler tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah. Walaupun orangtua menjadi penanggung jawab utama, tetapi pendidikan home schooling tidak hanya dan tidak harus dilakukan oleh orangtua sendiri. Selain mengajar sendiri, orangtua bisa mengundang guru privat, mendaftarkan anak pada kursus, melibatkan anak-anak pada magang, dan sebagainya.
  Secara umum, pengertian home schooling adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga memilih untuk bertanggungjawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Home schooling adalah model alternatif belajar selain di sekolah. Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai home schooling. Selain home schooling, ada istilah "home education", atau " home based learning" yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama.
  Dalam menjalankan home schooling ada beberapa dasar dan landasan yang menjadi acuan bagi orangtua untuk memulai dan mendidik anaknya dalam sistem pendidikan home schooling, antara lain menyangkut teori perkembangan anak, teori kecerdasan ganda (Multiple Intelligences), dan landasan hukum pelaksanaan home schooling.
  Di dalam sistem pendidikan Indonesia, keberadaan home schooling adalah legal. Keberadaan home schooling memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam UU no 20/2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah disebut jalur pendidika formal, home schooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa home schooling bisa memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi manapun jika mereka menghendakinya.
Pertimbangan orangtua dan anak memilih home schooling diantaranya:
• Memberikan proteksi dan kehangatan  bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus dan cacat.
• Menghindari penyakit sosial seperty bullying dan narkoba.
• Kurikulum yang padat dan waktu.
• Mempunyai pengalaman traumatik di sekolah.
• Menyediakan pendidikan moral dan karakter.
• Memberikan lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik.

Belajar Sensori Play

Kemarin-kemarin saya mendapatkan beberapa materi dari grup whattsapp Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) yaitu tentang permainan sensori y...