Cara Belajar Hani & Quinsa
Permainan sederhana yang menyenangkan bagi Hani dan Quinsa salah satunya adalah bermain sepeda. Mereka berdua biasanya bermain sepeda diluar rumah bersama teman-teman.
Permainan ini selain menyehatkan juga memberikan stimulasi pada perkembangan motorik kasar anak.
Selain diluar rumah, mereka juga kadang berkejar-kejaran main sepeda di dalam rumah. Riuh-rendahnya rumah dengan segala aktivitas mereka berdua sudah menjadi kebiasaan di tempat kami.
Mungkin para tetangga yang baru mengerti bahwa Hani tidak kami sekolahkan di sekolah reguler akan merasa aneh. Aneh dengan sistem pendidikan apa yang kami ikuti.
Tapi kami menjelaskan kepada mereka bahwa Hani mengalami kelainan tumbuh kembang disebabkan karena Cytomegalo Virus yang ada pada tubuh Hani.
Hani kami biarkan bermain bebas di dalam maupun diluar rumah bersama adiknya. Dengan bermain, perkembangan kosakata Hani akan semakin bertambah setiap harinya.
Biarlah kami mengajari bagaimana cara Hani belajar dengan cara kami sendiri. Kami membacakan buku cerita setiap hari. Tak lupa permainan-permainan edukatif yang membutuhkan kemampuan motorik halus seperti puzzle hewan-hewan maupun buah-buahan, pasak geometri, puzzle huruf-huruf alfabet, hijaiyah maupun angka-angka. Semuanya untuk mengasah kemampuan problem solving maupun motorik halus Hani.
Ketika kak Hani belajar, adik Quinsapun ikut menyak dan belajar. Mereka belajar dengan cara bermain. Karena anak-anak tak pernah main-main ketika bermain.
Selamat belajar kak Hani & adik Quinsa...