Sabtu, 31 Maret 2018

Belajar Mandiri

Menyapu Halaman Rumah

Salah satu pelajaran kemandirian bagi Hani adalah bisa membantu pekerjaan rumah. Bila halaman rumah kotor saya sering mengajak Hani & Quinsa bersama-sama memunguti daun mangga kering. Kenapa tidak memakai sapu lidi? Karena jumlah daun mangga yang berguguran bisa dihitung dengan jari sehingga cukup dipunguti halaman sudah bersih.

Sambil memunguti daun saya ajari konsep warna dan berhitung.
Warna daun-daunan yang berbeda bisa melatih retina mata mereka untuk bisa membedakan warna-warna.

Menghitung berapa jumlah daun yang dipunguti juga melatih konsep matematika sederhana yaitu berhitung.

Belajar Menggambar

Hani Belajar Menggambar

Salah satu aktivitas rutin harian Hani yaitu belajar mengembangkan kemampuan motorik halus yaitu menggambar. Hani suka mencorat-coret dimana-mana. Sampai-sampai dinding rumah pun penuh dengan "gambar" hehee.

Kalau di rumah simbahnya nihh, emaknya yang kena semprot simbahnya Hani gara-gara dinding rumah penuh "gambar" abstrak.hehe

Tapi sekarang kemampuan menggambar Hani sudah berkembang cukup bagus dari yang semula hanya gambar balon, lingkaran dan lengkung-lengkung, sekarang sudah membentuk gambar manusia lengkap.

Ini contoh gambar hasil karya Hani..

Belajar Mendengarkan

Mengaji di TPQ

Setiap hari sebelum sholat Asar saya sudah mulai memandikan Hani & Quinsa dan mempersiapkan mereka berdua supaya bisa mengikuti sholat Asar berjama'ah di masjid. Setelah itu mereka bersama teman-teman sebayanya mengikuti kelas A di TPQ Bustanul Barokah desa Bondansari kecamatan Wiradesa.

Selama mengaji di TPQ Hani dan Quinsa masih belum bisa mendengarkan 100℅. Mereka masih suka berlarian kesana-kemari bersama balita lainnya. Bagi saya ini tak mengapa.

Hani dengan berbagai kekurangannya kini telah mampu menghafal beberapa asmaa'ul husna dan beberapa surat pendek serta doa harian. Semoga ke depannya tak lagi mengalami penurunan kemampuan menghafal.

Quinsapun di usianya yang belum genap 4 tahun sudah hampir menyamai kemampuan menghafal kakaknya. Hanya Quinsa masih suka cekikikan dan belum mau benar-benar fokus ketika dilatih hafalan.

Begitulah aktivitas mereka di sore hari, kadang jika sedang benar-benar bosan dan rewel mereka tak mau mendengarkan guru mengaji mereka. Mereka memilih diam di tempat sambil mewarnai gambar yang mereka buat sendiri.

Yang penting setiap hari mereka harus mengikuti aktivitas mengaji di TPQ. Yang akan membentuk pola kebiasaan sampai mereka dewasa.

Setelah mengaji mereka bermain bersama teman-teman di halaman masjid, kadang meminta uang untuk jajan. Dan setiap hari jajan saya batasi cukup Rp 2.000 ,- saja.
Itupun kadang Hani & Quinsa cuma jajan Rp 1.000,- Hihii..alhamdulillaah mereka bisa diajak bekerjasama untuk berhemat.

Bermain itu Belajar

Cara Belajar Hani & Quinsa

Permainan sederhana yang menyenangkan bagi Hani dan Quinsa salah satunya adalah bermain sepeda. Mereka berdua biasanya bermain sepeda diluar rumah bersama teman-teman.

Permainan ini selain menyehatkan juga memberikan stimulasi pada perkembangan motorik kasar anak.

Selain diluar rumah, mereka juga kadang berkejar-kejaran main sepeda di dalam rumah. Riuh-rendahnya rumah dengan segala aktivitas mereka berdua sudah menjadi kebiasaan di tempat kami.

Mungkin para tetangga yang baru mengerti bahwa Hani tidak kami sekolahkan di sekolah reguler akan merasa aneh. Aneh dengan sistem pendidikan apa yang kami ikuti.

Tapi kami menjelaskan kepada mereka bahwa Hani mengalami kelainan tumbuh kembang disebabkan karena Cytomegalo Virus yang ada pada tubuh Hani.

Hani kami biarkan bermain bebas di dalam maupun diluar rumah bersama adiknya. Dengan bermain, perkembangan kosakata Hani akan semakin bertambah setiap harinya.

Biarlah kami mengajari bagaimana cara Hani belajar dengan cara kami sendiri. Kami membacakan buku cerita setiap hari. Tak lupa permainan-permainan edukatif yang membutuhkan kemampuan motorik halus seperti puzzle hewan-hewan maupun buah-buahan, pasak geometri, puzzle huruf-huruf alfabet, hijaiyah maupun angka-angka. Semuanya untuk mengasah kemampuan problem solving maupun motorik halus Hani.

Ketika kak Hani belajar, adik Quinsapun ikut menyak dan belajar. Mereka belajar dengan cara bermain. Karena anak-anak tak pernah main-main ketika bermain.

Selamat belajar kak Hani & adik Quinsa...

Jumat, 16 Maret 2018

BELAJAR KECEWA

BELAJAR KECEWA

Salah satu pelajaran yang akan saya masukkan dalam kurikulum homeschooling Hani selama satu tahun ke depan adalah "Belajar Kecewa"
Mata pelajaran ini belum ada didalam silabus kurikulum diknas tetapi ini sebuah materi pembelajaran yang amat sangat penting di dalam universitas kehidupan. Dimana dalam kehidupan dunia ini kita akan selalu dihadapkan dengan emosi-emosi negatif seperti kecewa, marah, sedih, terluka, dan lain-lain.

  Pada suatu hari, Hani meminta saya agar pergi ke kolam renang bersama Quinsa. Saya sudah menolaknya beberapa kali dwngan berbagai alasan, sengaja melihat respon yang diberikan Hani beserta berbagai ekspresinya.

Hari berikutnya Hani kembali meminta pergi ke kolam renang. Saya mengatakan
"Nanti ya..kalau umma sudah punya uang nanti kita bareng-bareng ke kolam renang, umma bekerja dulu ya.."
" Kerja dimana ma?" tanya Hani.
" Kerja dirumah nak, laundry..nyuci sama nyetrika" jawab saya.
"Nggak di pabrik teh ya ma?"
Tanya Hani lagi.
" Nggak..hihihi, dirumah aja ya biar bisa nemenin kak Hani sama adik Quinsa bermain.."
" Horreee.." kata Hani senang sekali.
Akhirnya Hani membantu saya membalik baju-baju supaya siap disetrika dan sudah mulai siap untuk belajar kecewa.

Belajar Sensori Play

Kemarin-kemarin saya mendapatkan beberapa materi dari grup whattsapp Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) yaitu tentang permainan sensori y...