Selasa, 27 November 2018

Belajar Sensori Play

Kemarin-kemarin saya mendapatkan beberapa materi dari grup whattsapp Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) yaitu tentang permainan sensori yang melibatkan berbagai macam panca indera.

Permainan ini dinamakan Set The Fossil Free atau permainan membebaskan fosil.

Bahan :
1. Berbagai macam wadah cetakan agar-agar/es batu.
2. Berbagai benda kecil seperti bunga-bunga liar, rumput atau kulit kerang.
3. Pipet tetes.
4. Pewarna makanan.
5. Baking soda, air, cuka dan jeruk nipis.

Cara membuat :

Masukkan berbagai benda kecil ke dalam wadah cetakan agar-agar dan diamkan di dalam freezer sampai membeku.

Setelah membeku keluarkan dan minta anak agar memasukkan ke dalam wadah.

Campurkan air dengan baking soda, cuka , jeruk nipis dan garam dalam tempat yang berbeda-beda.

Minta anak memindahkan air cuka, baking soda, jeruk nipis, & air garam dari wadah kecil ke atas es batu dengan menggunakan pipet tetes.

Amati bahan mana yang paling cepat mencairkan es batu dan mengeluarkan fosil dari es.

Tujuan kegiatan:
Anak akan mengembangkan indra peraba dan merasa dingin ketika tangannya menyentuh es.
Anak akan mendengar (mengembangkan indra pendengaran)
bunyi fizzzz dari tetesan pipet ke atas es.
Menambah kosakata anak seperti pipet tetes, pewarna makanan, fosil, kulit kerang dan benda-benda kecil lainnya.

Kamis, 12 April 2018

Belajar Mengamati Alam

                          Pantai Wonokerto 

Salah satu kegiatan Hani & Quinsa di hari libur yaitu belajar mengamati keadaan pantai.

Kali ini tujuan kami adalah di Pantai wonokerto Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

Dengan jarak tempuh kurang lebih Tujuh kilometer kami sudah dapat melihat indahnya pemandangan pantai pagi itu di saat sunshine. Wooww...


Selfie sejenak pada rakitan
bambu di salah satu sudut pantai


Quinsa dan Umma


Setelah itu kami membuka bekal yang telah saya siapkan sebelumnya dan mulai makan dengan lahab.


Belajar Matematika

Hani Belajar Matematika

Matematika adalah mata pelajaran yang dinilai cukup sulit untuk dipelajari namun matematika sangat penting bagi kehidupan kita.

Saya mengajari Hani berhitung dengan cara yang menyenangkan yaitu misalnya ketika saya sedang memasak, Hani saya suruh menghitung berapa jumlah tempe yang akan saya goreng, berapa jumlah tomat dan wortel, berapa dikurangi berapa sama dengan berapa. Begitupula jika saya melihat barisan burung-burung di langit, Hani saya ajak menghitung berapa jumlah burung yang terbang.

Selain berhitung menggunakan media yang ada di rumah, saya membelikan Hani alat bantu hitung berupa Learning Toy. Di sebelah kiri ada jam juga yang berfungsi untuk belajar membaca jam.

Sabtu, 31 Maret 2018

Belajar Mandiri

Menyapu Halaman Rumah

Salah satu pelajaran kemandirian bagi Hani adalah bisa membantu pekerjaan rumah. Bila halaman rumah kotor saya sering mengajak Hani & Quinsa bersama-sama memunguti daun mangga kering. Kenapa tidak memakai sapu lidi? Karena jumlah daun mangga yang berguguran bisa dihitung dengan jari sehingga cukup dipunguti halaman sudah bersih.

Sambil memunguti daun saya ajari konsep warna dan berhitung.
Warna daun-daunan yang berbeda bisa melatih retina mata mereka untuk bisa membedakan warna-warna.

Menghitung berapa jumlah daun yang dipunguti juga melatih konsep matematika sederhana yaitu berhitung.

Belajar Menggambar

Hani Belajar Menggambar

Salah satu aktivitas rutin harian Hani yaitu belajar mengembangkan kemampuan motorik halus yaitu menggambar. Hani suka mencorat-coret dimana-mana. Sampai-sampai dinding rumah pun penuh dengan "gambar" hehee.

Kalau di rumah simbahnya nihh, emaknya yang kena semprot simbahnya Hani gara-gara dinding rumah penuh "gambar" abstrak.hehe

Tapi sekarang kemampuan menggambar Hani sudah berkembang cukup bagus dari yang semula hanya gambar balon, lingkaran dan lengkung-lengkung, sekarang sudah membentuk gambar manusia lengkap.

Ini contoh gambar hasil karya Hani..

Belajar Mendengarkan

Mengaji di TPQ

Setiap hari sebelum sholat Asar saya sudah mulai memandikan Hani & Quinsa dan mempersiapkan mereka berdua supaya bisa mengikuti sholat Asar berjama'ah di masjid. Setelah itu mereka bersama teman-teman sebayanya mengikuti kelas A di TPQ Bustanul Barokah desa Bondansari kecamatan Wiradesa.

Selama mengaji di TPQ Hani dan Quinsa masih belum bisa mendengarkan 100℅. Mereka masih suka berlarian kesana-kemari bersama balita lainnya. Bagi saya ini tak mengapa.

Hani dengan berbagai kekurangannya kini telah mampu menghafal beberapa asmaa'ul husna dan beberapa surat pendek serta doa harian. Semoga ke depannya tak lagi mengalami penurunan kemampuan menghafal.

Quinsapun di usianya yang belum genap 4 tahun sudah hampir menyamai kemampuan menghafal kakaknya. Hanya Quinsa masih suka cekikikan dan belum mau benar-benar fokus ketika dilatih hafalan.

Begitulah aktivitas mereka di sore hari, kadang jika sedang benar-benar bosan dan rewel mereka tak mau mendengarkan guru mengaji mereka. Mereka memilih diam di tempat sambil mewarnai gambar yang mereka buat sendiri.

Yang penting setiap hari mereka harus mengikuti aktivitas mengaji di TPQ. Yang akan membentuk pola kebiasaan sampai mereka dewasa.

Setelah mengaji mereka bermain bersama teman-teman di halaman masjid, kadang meminta uang untuk jajan. Dan setiap hari jajan saya batasi cukup Rp 2.000 ,- saja.
Itupun kadang Hani & Quinsa cuma jajan Rp 1.000,- Hihii..alhamdulillaah mereka bisa diajak bekerjasama untuk berhemat.

Bermain itu Belajar

Cara Belajar Hani & Quinsa

Permainan sederhana yang menyenangkan bagi Hani dan Quinsa salah satunya adalah bermain sepeda. Mereka berdua biasanya bermain sepeda diluar rumah bersama teman-teman.

Permainan ini selain menyehatkan juga memberikan stimulasi pada perkembangan motorik kasar anak.

Selain diluar rumah, mereka juga kadang berkejar-kejaran main sepeda di dalam rumah. Riuh-rendahnya rumah dengan segala aktivitas mereka berdua sudah menjadi kebiasaan di tempat kami.

Mungkin para tetangga yang baru mengerti bahwa Hani tidak kami sekolahkan di sekolah reguler akan merasa aneh. Aneh dengan sistem pendidikan apa yang kami ikuti.

Tapi kami menjelaskan kepada mereka bahwa Hani mengalami kelainan tumbuh kembang disebabkan karena Cytomegalo Virus yang ada pada tubuh Hani.

Hani kami biarkan bermain bebas di dalam maupun diluar rumah bersama adiknya. Dengan bermain, perkembangan kosakata Hani akan semakin bertambah setiap harinya.

Biarlah kami mengajari bagaimana cara Hani belajar dengan cara kami sendiri. Kami membacakan buku cerita setiap hari. Tak lupa permainan-permainan edukatif yang membutuhkan kemampuan motorik halus seperti puzzle hewan-hewan maupun buah-buahan, pasak geometri, puzzle huruf-huruf alfabet, hijaiyah maupun angka-angka. Semuanya untuk mengasah kemampuan problem solving maupun motorik halus Hani.

Ketika kak Hani belajar, adik Quinsapun ikut menyak dan belajar. Mereka belajar dengan cara bermain. Karena anak-anak tak pernah main-main ketika bermain.

Selamat belajar kak Hani & adik Quinsa...

Belajar Sensori Play

Kemarin-kemarin saya mendapatkan beberapa materi dari grup whattsapp Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) yaitu tentang permainan sensori y...